Minggu, 10 April 2011

Saga-Saga

Saga-Saga Persembahan

    Saga-saga bentuknya seperti tampi yang di bumbui dengan banyak asesoris atau perlengkapannya. Perlengkapanya dari berbagai mare-mare atau pucuk daun kelapa yang di hiasi di sekelilingnya, baringin juga daun bane batu.

Bahan dari saga-saga:
  1. Bambu yang diawetkan
  2. Bambu yang sudah diritualkan
  3. Ijuk - tali pengikatnya
  4. Taruge untuk penyambung kalau retak atau penguat ikatan
Kegunaanya:
Kegunaan dari saga-saga ini adalah Tempat untuk meletakkan bahan sajian persembahan ritual atau yang lainya dengan kata lain saga-saga itu sebagai altar untuk sesuatu yang disakralkan seperti: 
  • Persembahan dan Makanan yang di sajikan untuk Mulajadi Nabolon
  • Pangelekan untuk Pamelean hal tertentu
  • Benda-benda yang mau di sucikan/disakralkan
     Kenapa Nenek moyang kita melakukan hal tersebut dan apa kegunaanya? Adapun fungsi dan kegunaanya: 
  1. Dulu belum ada tempat ibadah seperti fasilitas yang kita dapati sekarang ini.
  2. Segala sesuatu yang namanya memulai pekerjaan ataupun ulaon/ugasan itu harus duluan di syarati atau disyukurkan kepada Debata Mula Jadi Nabolon, karena mereka menganggap MulaJadi Nabolon yang berhak merestui dan memberi kuasa atas sesuatu pengerjaan itu.
  3. Saga-saga itu di umpamakan sebagai Altar/mezbah yang bersih dan sakral sebagai sarana untuk menempatkan yang terbaik dari sesuatu yang mau dipersembahkan kepada Debata.

     Kapan para nenek moyang kita/leluhur kita melakukan  atau menempatkan persembahan di atas saga-saga itu? Apakah tiap hari, Tiap minggu atau tiap bulan?
Biasanya Para leluhur melakukannya pada saat tertentu seperti;
  1. Ada masalah Logoniari Nasumantak/kekeringan
  2. Masani Haleon/Kelaparan
  3. Musim ni Uris/Wabah Penyakit
  4. Kebanjiran yang berlebihan
  5. Memulai Pekerjaan seperti (bertani, berdagang, berlayar, membuka perkampung, membuka hutan untuk pertanian dll)
  6. Mengucap syukur karena mereka jauh dari bencana masalah dan halangan-halangan lainya.
  7. Mengucap syukur karena apa yang di kerjakanya berhasil, dan mengadakan Persembahan juga karena gagal dalam pekerjaannya (mendapat masalah/dilema dalam hidupnya)
  8. Meresmikan/memberangkatkan Raja-Raja Baru, Tunggani Huta, ataupun Pengusa Lainnya.
  9. Menabalkan satu jabatan Habataton seperti, Panurirang, Si Baso, Datu, Guru, PanguluBalang, Malim, dll.
Mauliate jala HORAS........
___CAP SIHOLE___

1 komentar: